30/06/2026

Dana Alokasi Ketahanan Pangan

Penyaluran Bantuan Beras Pasca Bencana Hidrometeorologi di Desa Nosar Tawar Jaya

Pasca bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Bener Meriah pada 26 November 2025, berbagai upaya pemulihan terus dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Salah satu bentuk kepedulian terhadap warga terdampak diwujudkan oleh Pemerintah Kampung Nosar Tawar Jaya, Kecamatan Bener Kelipah, melalui penyaluran bantuan beras yang bersumber dari alokasi Program Ketahanan Pangan Desa.






Kegiatan penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kampung dalam membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Selain merusak infrastruktur dan lahan pertanian, bencana hidrometeorologi juga berdampak pada kondisi ekonomi serta ketahanan pangan masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatan anggaran ketahanan pangan diarahkan untuk memberikan bantuan yang tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemerintah Kampung Nosar Tawar Jaya mengalokasikan anggaran sebesar Rp115.281.800 dari program Ketahanan Pangan. Anggaran ini dimanfaatkan untuk pengadaan dan penyaluran beras kepada masyarakat terdampak, sehingga kebutuhan pangan pokok warga tetap dapat terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana.

Proses penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi oleh pemerintah kampung bersama perangkat desa. Dengan demikian, bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan serta memberikan manfaat yang optimal.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kampung Nosar Tawar Jaya menunjukkan bahwa Dana Desa, khususnya melalui program Ketahanan Pangan, tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembangunan desa, tetapi juga menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi situasi darurat akibat bencana. Pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ke depan, diharapkan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin dengan baik sehingga upaya penanggulangan bencana serta penguatan ketahanan pangan desa dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong, masyarakat Desa Nosar Tawar Jaya diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan dan mampu bangkit menuju kondisi yang lebih baik.

24/06/2026

Pemanfaatan Dana Desa Untuk Posyandu Desa Gayo Setie

 

Monitoring Pasca Banjir dan Kegiatan Pembangunan di Desa Gayo Setie

Pada tanggal pelaksanaan kegiatan, dilakukan kunjungan lapangan ke Desa Gayo Setie, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, dalam rangka monitoring kondisi desa pasca bencana banjir yang terjadi pada 26 November 2025. Banjir tersebut menyebabkan kerusakan pada akses jalan menuju desa sehingga hingga saat ini jalur transportasi masih belum sepenuhnya pulih. Akses menuju Desa Gayo Setie sementara hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi barang masih mengalami kendala.






Dalam kunjungan tersebut dilakukan peninjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur yang terdampak banjir, sekaligus berdiskusi dengan pemerintah kampung dan masyarakat mengenai upaya penanganan serta kebutuhan yang masih diperlukan untuk mempercepat pemulihan akses desa. Pemerintah kampung berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar akses transportasi dapat segera kembali normal sehingga aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Selain memantau kondisi pasca bencana, kegiatan juga difokuskan pada monitoring pelaksanaan layanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu dan Posbindu. Dari hasil pemantauan, kegiatan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik meskipun masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses akibat dampak banjir. Kader kesehatan bersama aparatur kampung terus berupaya memberikan pelayanan kepada balita, ibu hamil, lansia, dan masyarakat umum guna menjaga kondisi kesehatan masyarakat serta mencegah munculnya permasalahan kesehatan pasca bencana.




Kunjungan lapangan juga dimanfaatkan untuk meninjau perkembangan kegiatan prasarana desa yang sedang berjalan. Pemerintah kampung menyampaikan bahwa berbagai kegiatan pembangunan yang didanai melalui Dana Desa tetap dilaksanakan sesuai perencanaan dengan menyesuaikan kondisi lapangan. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai ketentuan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mendukung percepatan pemulihan kondisi desa pasca banjir.

Melalui kegiatan monitoring ini diharapkan koordinasi antara pemerintah kampung, kecamatan, dan pendamping desa dapat terus terjalin dengan baik dalam mendukung proses pemulihan pasca bencana, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan desa demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Desa Gayo Setie.

17/06/2026

BERANTAS sTUNTING ITU pENTING

 

DPMD Bener Meriah Gelar Pertemuan Kader Stunting, Tingkatkan Kapasitas dan Pengetahuan Kader Desa

Bener Meriah, 17 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat percepatan penurunan stunting di tingkat desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bener Meriah menggelar pertemuan bersama perwakilan kader stunting dari seluruh desa se-Kabupaten Bener Meriah, Rabu (17/06/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi, strategi, serta perkembangan terbaru terkait penanganan dan pencegahan stunting kepada para kader yang selama ini menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat di desa. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kapasitas dan pengetahuan kader stunting semakin meningkat sehingga mampu menjalankan tugas pendampingan secara lebih efektif dan tepat sasaran.





Pertemuan dihadiri oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Pendamping Desa yang bertugas sebagai Person In Charge (PIC) bidang stunting, serta para kader stunting dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bener Meriah. Dalam kegiatan ini, TAPM bertindak sebagai narasumber yang menyampaikan berbagai materi terkait kebijakan pemerintah, strategi percepatan penurunan stunting, peran kader dalam pendataan keluarga berisiko stunting, serta pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pemenuhan gizi ibu hamil, balita, dan keluarga.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa keberhasilan program percepatan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif kader di tingkat desa. Kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat, pemenuhan gizi keluarga, sanitasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.






Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para kader diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, sekaligus berbagi pengalaman terkait pelaksanaan kegiatan pencegahan dan penanganan stunting di desa masing-masing.

Melalui pertemuan ini, DPMD Kabupaten Bener Meriah berharap terjalin koordinasi yang semakin baik antara kader stunting, pemerintah desa, pendamping desa, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan peningkatan kapasitas kader dan pemahaman yang lebih baik mengenai isu stunting, diharapkan upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bener Meriah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

10/06/2026

Aktifitas Kedesa Bintang Berangun

 Melaksanakan kunjungan lapangan ke Kampung Bintang Berangun, Kecamatan Pintu Rime Gayo, dalam rangka fasilitasi pemberdayaan masyarakat desa, pengembangan ekonomi lokal, serta penguatan tata kelola pemerintahan dan kelembagaan desa. Kegiatan diawali dengan komunikasi sosial dan diskusi bersama Pemerintah Kampung, masyarakat, dan pelaku usaha guna mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta kebutuhan masyarakat sebagai bahan penguatan perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.



Hasil diskusi menunjukkan bahwa usaha kopi merupakan salah satu potensi unggulan Kampung Bintang Berangun yang memiliki prospek untuk terus dikembangkan. Masyarakat menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi, antara lain kebutuhan peningkatan kapasitas usaha, penguatan pemasaran hasil produksi, serta pengembangan kelembagaan ekonomi yang mampu mendukung keberlanjutan usaha masyarakat. Menindaklanjuti hal tersebut, TAPM memfasilitasi proses identifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat serta mendorong pemetaan potensi ekonomi desa sebagai dasar penyusunan rencana pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. TAPM juga memfasilitasi koordinasi antara Pemerintah Kampung, pengelola BUMDes, dan masyarakat untuk mengkaji peluang penguatan kelembagaan ekonomi desa dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat.


Pada siang hari, TAPM menghadiri acara syukuran Reje Kampung terpilih yang diselenggarakan oleh masyarakat Kampung Bintang Berangun sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya proses pemilihan Reje Kampung. Kehadiran TAPM dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi sosial dan penguatan hubungan kemitraan dengan Pemerintah Kampung, Petue Kampung, Imam Kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat guna mendukung penyelenggaraan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.


Dalam kesempatan tersebut, TAPM melaksanakan koordinasi dan fasilitasi bersama Reje Kampung terpilih, Petue Kampung, Imam Kampung, dan masyarakat terkait penyelenggaraan pemerintahan kampung yang efektif, partisipatif, transparan, dan akuntabel. TAPM memfasilitasi diskusi mengenai pentingnya pelaksanaan pembangunan yang berpedoman pada dokumen perencanaan desa, hasil Musyawarah Kampung, serta pengelolaan program dan kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. TAPM juga memfasilitasi penyampaian berbagai aspirasi masyarakat, termasuk aspirasi kelompok perempuan, sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Kampung dalam penyusunan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.


Dalam diskusi tersebut, Imam Kampung menyampaikan permasalahan terkait tulah Imam Kampung yang memerlukan perhatian pemerintah daerah. Selain itu, Reje Kampung terpilih menyampaikan permasalahan BUMDes yang berkaitan dengan pengelolaan aset dan hasil usaha yang belum tertata secara optimal. Menanggapi hal tersebut, TAPM melakukan identifikasi permasalahan serta memberikan fasilitasi awal terkait langkah-langkah pembenahan tata kelola BUMDes melalui penataan administrasi, inventarisasi aset, evaluasi unit usaha, serta penyusunan laporan pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.


Sebagai tindak lanjut, TAPM menyatakan kesiapan untuk terus memfasilitasi koordinasi dengan pihak terkait serta mendukung penguatan kapasitas Pemerintah Kampung dan pengelola BUMDes dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa, pengembangan kelembagaan ekonomi desa, serta mendorong terwujudnya pembangunan dan kemandirian ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

04/06/2026

MENUJU KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT

 

Ketahanan Pangan Desa Cemparan Jaya: Pemanfaatan Dana Desa 2025 untuk Budidaya Cabe Libatkan Masyarakat

Cemparan Jaya, Mesidah – Pemerintah Desa Cemparan Jaya, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, terus berupaya memperkuat ketahanan pangan desa melalui pemanfaatan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Salah satu program yang dilaksanakan adalah kegiatan budidaya tanaman cabe dengan alokasi anggaran sebesar Rp151.634.000.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama masyarakat. Kegiatan penanaman cabe dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat desa secara aktif, mulai dari tahap persiapan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman.

Keikutsertaan masyarakat dalam program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap kegiatan yang dilaksanakan, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan usaha pertanian. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lahan yang tersedia di desa.

Kepala Desa Cemparan Jaya menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan salah satu prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2025 yang diarahkan untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat. Tanaman cabe dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang cukup baik serta kebutuhan pasar yang relatif tinggi sepanjang tahun.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa berharap hasil panen nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat desa. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan komoditas dari luar daerah.

Pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Desa Cemparan Jaya dalam mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa secara produktif dan berkelanjutan. Dengan dukungan serta partisipasi aktif masyarakat, program budidaya cabe diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sektor unggulan desa yang mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan potensi pangan lokal yang berbasis pada partisipasi dan pemberdayaan masyarakat desa. Dengan semangat gotong royong dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, Desa Cemparan Jaya optimistis dapat mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

IST SARANA PENINGKATAN KAPASITAS MANDIRI

  Melalui Kegiatan On the Job Training (OJT) dan In Service Training (IST) kepada Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Pintu Rime G...