04/06/2026

MENUJU KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT

 

Ketahanan Pangan Desa Cemparan Jaya: Pemanfaatan Dana Desa 2025 untuk Budidaya Cabe Libatkan Masyarakat

Cemparan Jaya, Mesidah – Pemerintah Desa Cemparan Jaya, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, terus berupaya memperkuat ketahanan pangan desa melalui pemanfaatan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Salah satu program yang dilaksanakan adalah kegiatan budidaya tanaman cabe dengan alokasi anggaran sebesar Rp151.634.000.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama masyarakat. Kegiatan penanaman cabe dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat desa secara aktif, mulai dari tahap persiapan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman.

Keikutsertaan masyarakat dalam program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap kegiatan yang dilaksanakan, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan usaha pertanian. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lahan yang tersedia di desa.

Kepala Desa Cemparan Jaya menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan salah satu prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2025 yang diarahkan untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat. Tanaman cabe dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang cukup baik serta kebutuhan pasar yang relatif tinggi sepanjang tahun.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa berharap hasil panen nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat desa. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan komoditas dari luar daerah.

Pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Desa Cemparan Jaya dalam mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa secara produktif dan berkelanjutan. Dengan dukungan serta partisipasi aktif masyarakat, program budidaya cabe diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sektor unggulan desa yang mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan potensi pangan lokal yang berbasis pada partisipasi dan pemberdayaan masyarakat desa. Dengan semangat gotong royong dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, Desa Cemparan Jaya optimistis dapat mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

29/05/2026

KECAMATAN BANDAR GELAR DEKLARASI DAMAI PEMILIHAN REJE

 Monitoring pelaksanaan Deklarasi Damai oleh para calon Reje Kampung pada Pemilihan Reje Kampung Serentak di Kecamatan Bandar. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjamin pelaksanaan Pemilihan Reje Kampung Serentak se-Kecamatan Bandar dapat berjalan secara damai, tertib, aman, dan kondusif. Selain itu, seluruh calon reje juga menyatakan kesiapan untuk mentaati peraturan perundang-undangan dan tata tertib yang berlaku, serta siap menerima hasil pemilihan melalui proses yang demokratis dan berkeadilan.


Kegiatan deklarasi damai dilaksanakan di Aula Kantor Camat Kecamatan Bandar dan diikuti oleh seluruh calon Reje Kampung, unsur Pemerintah Kecamatan, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten yang diwakili oleh Kabid Pemerintahan Kampung dan Mukim. Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pentingnya menjaga stabilitas sosial masyarakat selama tahapan pemilihan berlangsung, sehingga tercipta suasana yang harmonis dan kondusif di setiap kampung.



Pasca pelaksanaan deklarasi damai, dilanjutkan dengan koordinasi bersama Kasubbag Perencanaan Kecamatan Bandar terkait penyelenggaraan Pemerintahan Kampung pasca pemilihan reje secara serentak. Dalam koordinasi tersebut, TAPM menyampaikan agar setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, dapat dilaksanakan pertemuan dan mentoring bersama seluruh reje terpilih. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman awal terkait pelaksanaan pembangunan dan tata kelola pemerintahan kampung yang baik, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.


Selain itu, mentoring juga dipandang penting untuk memberikan penguatan kepada reje baru dalam memahami mekanisme administrasi pemerintahan kampung, pengelolaan pembangunan desa, serta menjaga stabilitas kelembagaan kampung. Hal ini diharapkan dapat menghindari terjadinya pergantian perangkat kampung maupun kader desa yang tidak sesuai prosedur, sehingga roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.

19/05/2026

BUMDES GAYO MANDIR,PENGGERAK EKONOMI DESA

 BUMDes Gayo Mandiri Kembangkan Potensi Desa Melalui Beragam Unit Usaha Desa Kenawat Redelong kecamatan Bukit, 19 Mei 2026 — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gayo Mandiri terus menunjukkan perkembangan positif dalam mengelola potensi desa melalui berbagai unit usaha produktif yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu unit usaha unggulan yang saat ini berkembang dengan baik adalah sektor perikanan budidaya yang didanai melalui Dana Desa Tahun 2025 sebesar Rp50.000.000.

Program budidaya perikanan tersebut kini telah berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang menjanjikan. Keberhasilan usaha ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid antar pengurus BUMDes Gayo Mandiri dalam menjalankan pengelolaan usaha secara profesional dan berkelanjutan.






Ketua pengurus BUMDes Gayo Mandiri menyampaikan bahwa pengembangan usaha perikanan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa serta membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar.

“Alhamdulillah, usaha budidaya perikanan yang dikelola BUMDes Gayo Mandiri saat ini berjalan dengan baik. Dukungan Dana Desa Tahun 2025 sangat membantu pengembangan usaha ini, ditambah kerja sama pengurus yang kompak sehingga program dapat berjalan sesuai harapan,” ujarnya.





Selain unit usaha perikanan, BUMDes Gayo Mandiri juga mengelola berbagai sektor usaha lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Adapun unit usaha yang saat ini dijalankan meliputi:

Sarana transportasi desa

Penyediaan sembako untuk kebutuhan dayah di sekitar lokasi

Penyewaan tratak untuk pesta dan kegiatan masyarakat

Pengelolaan kebun kopi

Rumah sewa

Penyewaan mesin molen untuk pekerjaan bangunan

Layanan Wifi desa


Keberadaan berbagai unit usaha tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pemerintah desa juga berharap BUMDes Gayo Mandiri dapat terus berkembang menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri, inovatif, dan mampu memanfaatkan potensi lokal secara maksimal demi kemajuan masyarakat desa di masa mendatang.


"Ipoel"

15/05/2026

TPP KABUPATEN BENER MERIAH,GELAR RAKOR KABUPATEN






Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Bener Meriah dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan koordinasi, konsolidasi, serta evaluasi terhadap perkembangan pelaksanaan kegiatan pendampingan di lapangan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh TPP Kabupaten Bener Meriah dan menjadi wadah untuk membahas berbagai isu strategis, perkembangan program, serta kendala yang dihadapi dalam proses pendampingan desa.






 Kegiatan diawali dengan arahan dan pembukaan oleh Koordinator Kabupaten (Korkab) Bapak Alpata yang menyampaikan pembahasan terkait PTO 191 mengenai honorarium dan operasional TPP. Dalam arahannya disampaikan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh pendamping, khususnya terkait pemenuhan administrasi, kedisiplinan pelaporan, serta mekanisme yang harus dipenuhi oleh seluruh TPP agar proses pencairan honorarium dan operasional dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja, tanggung jawab, dan profesionalisme TPP dalam melaksanakan tugas pendampingan di desa masing-masing.
Setelah arahan Korkab, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan dan diskusi oleh seluruh TAPM sesuai dengan PIC masing-masing. Pada sesi ini dibahas perkembangan pemanfaatan Dana Desa (DD) Tahun 2025, termasuk progres pelaksanaan kegiatan di desa, capaian program prioritas, serta kesiapan perencanaan kegiatan Tahun 2026. Dalam pembahasan tersebut juga disampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan, baik dari sisi administrasi, pelaksanaan kegiatan fisik maupun pemberdayaan masyarakat desa.






Selain itu, rakor juga membahas keaktifan media informasi dan publikasi kegiatan pendampingan desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan penyebarluasan informasi kegiatan kepada masyarakat. Seluruh TPP diharapkan dapat lebih aktif dalam menyampaikan informasi perkembangan kegiatan desa melalui media informasi yang tersedia sesuai ketentuan dan arahan program.

Pembahasan selanjutnya terkait peningkatan kapasitas TPP, dimana seluruh pendamping diharapkan terus meningkatkan kompetensi, pemahaman regulasi, serta kemampuan teknis dalam mendampingi desa agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal. Dalam kesempatan tersebut juga dibahas progres pemeringkatan BUMDes di masing-masing wilayah, termasuk perkembangan kelembagaan, pengelolaan usaha, serta kendala yang dihadapi dalam penguatan ekonomi desa melalui BUMDes.

Rakor juga menjadi sarana penyampaian berbagai permasalahan yang terjadi di desa, baik terkait tata kelola pemerintahan desa, pelaksanaan kegiatan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, maupun koordinasi lintas sektor. Seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kondisi dan kendala di wilayah dampingannya sehingga dapat dicarikan solusi bersama melalui koordinasi dan pembinaan secara berkelanjutan.







Selain itu, perkembangan kegiatan penanganan stunting di lapangan turut menjadi pembahasan penting dalam rakor ini. Dibahas mengenai progres pelaksanaan kegiatan konvergensi stunting di desa, dukungan pemerintah desa terhadap program penanganan stunting, serta peran aktif TPP dalam melakukan pendampingan, koordinasi, dan fasilitasi kegiatan yang berkaitan dengan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bener Meriah.

Melalui pelaksanaan Rakor TPP Kabupaten Bener Meriah ini diharapkan seluruh tenaga pendamping dapat meningkatkan sinergi, koordinasi, dan kualitas pendampingan di desa sehingga pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dapat berjalan lebih efektif, tertib administrasi, tepat sasaran, serta sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.
 
"SALAM PEMBERDAYAAN "

08/05/2026

Ketahanan Pangan di desa

 

Desa Bumi Ayu yang berada di wilayah Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, menganggarkan Dana Desa Tahun 2025 untuk mendukung program ketahanan pangan masyarakat desa. Program tersebut difokuskan pada kegiatan menanam cabai dan berbagai jenis sayur-mayur sebagai upaya meningkatkan ketersediaan pangan serta mendukung perekonomian warga.

Kegiatan ketahanan pangan ini dilaksanakan melalui pemanfaatan lahan produktif milik desa dan masyarakat. Pemerintah desa bersama warga secara gotong royong melakukan penanaman cabai, kangkung, sawi, bayam, dan sejumlah tanaman hortikultura lainnya yang dinilai memiliki nilai ekonomis serta mudah dibudidayakan.

Kepala desa menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Selain itu, hasil panen nantinya diharapkan dapat menambah pendapatan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi desa.

Masyarakat Desa Bumi Ayu menyambut baik program tersebut dan berharap kegiatan ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan. Dengan adanya dukungan Dana Desa Tahun 2025, pemerintah desa optimistis program pertanian berbasis masyarakat ini mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga serta mendukung program ketahanan pangan nasional.

19/11/2025

kegiatan pelaporan

 


Bidang Sarpras bertanggung jawab untuk menilai kondisi dan perkembangan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh organisasi. Pada triwulan 2 dan 3, tim Sarpras fokus pada pemeliharaan dan peningkatan fasilitas yang ada, serta pengadaan sarana baru yang dibutuhkan. Melalui proses pemantauan lapangan, tim ini mengidentifikasi kekuatan dan kekurangan infrastruktur yang ada, serta mengusulkan langkah-langkah perbaikan dan pengelolaan yang lebih efisien.

Koordinasi yang baik antara tim Sarpras dan berbagai departemen terkait memungkinkan tercapainya hasil yang optimal dalam pengelolaan sarana dan prasarana. Laporan akhir tahun mencakup rekomendasi strategis mengenai pengembangan infrastruktur untuk mendukung operasional yang lebih efektif di masa mendatang.

Bidang Non-Sarpras berfokus pada berbagai kegiatan operasional yang tidak terkait langsung dengan infrastruktur fisik, seperti pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, dan proses operasional lainnya. Dalam triwulan 2 dan 3, tim Non-Sarpras bekerja keras untuk meningkatkan efektivitas program-program yang dijalankan, serta memperbaiki sistem pengelolaan keuangan dan SDM.

Melalui evaluasi program pelatihan, pengembangan SDM, serta pencapaian target operasional, tim Non-Sarpras berhasil merumuskan rekomendasi berbasis data yang akan memaksimalkan kinerja organisasi, baik di bidang administrasi, pengelolaan anggaran, maupun kegiatan operasional lainnya.

Bidang Info Media memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa komunikasi dan informasi organisasi dapat tersebar dengan jelas dan efektif kepada masyarakat luas. Pada triwulan 2 dan 3, tim Info Media fokus pada pengelolaan platform media sosial, penyebaran informasi publik, serta dokumentasi kegiatan yang relevan.

Evaluasi kinerja media sosial dan platform komunikasi lainnya menunjukkan pentingnya penyampaian informasi yang tepat waktu dan berbasis data. Laporan akhir tahun menyarankan peningkatan strategi komunikasi untuk menjangkau audiens yang lebih luas serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi.

Pada triwulan 2 dan 3, tim PED berhasil melaksanakan serangkaian pelatihan dan workshop yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Laporan mencakup analisis terhadap efektivitas program edukasi serta rekomendasi untuk pengembangan kurikulum dan materi pelatihan yang lebih relevan di masa depan.

Bidang Stunting berfokus pada upaya pengurangan stunting (gangguan pertumbuhan pada anak) melalui intervensi yang berbasis pada gizi dan kesehatan. Dalam triwulan 2 dan 3, tim Stunting berkolaborasi dengan berbagai sektor untuk meningkatkan akses terhadap makanan bergizi serta layanan kesehatan bagi anak-anak di wilayah-wilayah yang terdampak.

Laporan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, meskipun masih terdapat tantangan dalam hal penyuluhan dan distribusi bantuan. Rekomendasi yang dihasilkan mengarah pada perbaikan koordinasi antar sektor serta penguatan kampanye sosial untuk menurunkan angka stunting secara lebih efektif.

Bidang PPM bertanggung jawab untuk mengelola dan mengawasi berbagai proyek yang dijalankan oleh organisasi. Pada triwulan 2 dan 3, tim PPM fokus pada pencapaian target proyek yang telah ditetapkan, termasuk pengelolaan anggaran, sumber daya, dan timeline yang ketat.

Dengan pendekatan manajerial yang baik, tim PPM mampu menyelesaikan sebagian besar proyek tepat waktu dan sesuai anggaran. Evaluasi terhadap proyek-proyek yang telah dilaksanakan memberikan wawasan tentang proses perencanaan dan pengendalian proyek yang lebih baik. Laporan akhir tahun menyarankan adanya perbaikan dalam hal perencanaan jangka panjang dan penggunaan teknologi untuk memonitor kemajuan proyek secara real-time.

Seluruh tim TAPM bekerja dengan sinergi untuk mengumpulkan data, menganalisis hasil, dan menyusun rekomendasi yang akan digunakan untuk memperbaiki dan memperkuat setiap bidang kegiatan. Pertemuan rutin antar bidang memastikan bahwa informasi yang disampaikan akurat dan lengkap, serta memberikan gambaran yang menyeluruh tentang kinerja organisasi selama triwulan 2 dan 3.

Dengan kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi yang solid, laporan akhir tahun ini berhasil diselesaikan tepat waktu. Laporan ini tidak hanya mencerminkan pencapaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi alat yang sangat berguna untuk perencanaan strategis dan pengambilan keputusan yang lebih baik di tahun depan.





 Monitoring Pelaksanaan Pembangunan Desa di Kampung Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, terkait dengan pengelolaan Dana Desa Tahun 2025. Kunjungan ini dilaksanakan melalui pertemuan bersama seluruh perangkat desa untuk membahas progres pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran yang bersumber dari Dana Desa.

Monitoring awal difokuskan pada kelengkapan administrasi kampung, meliputi, Dokumen APBDes Tahun 2025, Laporan Realisasi Tahunan, Kelengkapan administrasi pendukung lainnya.

Secara umum, administrasi kampung telah disusun dengan baik dan tertata. Namun, perangkat desa—khususnya operator Siskeudes—menyampaikan keluhan terkait sering terjadinya gangguan server aplikasi, sehingga penyusunan laporan akhir tahun kerap terlambat.

Menanggapi hal tersebut, dijelaskan bahwa Dinas PMK Kabupaten Bener Meriah telah melakukan upaya perbaikan dengan menyediakan server khusus, sehingga diharapkan sistem tidak lagi mengalami gangguan. Dengan peningkatan ini, proses penyusunan laporan serta pengajuan pencairan Dana Desa selanjutnya dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis.

Monitoring juga dilakukan terhadap pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Desa, yang dialokasikan sebesar Rp132.000.000, dengan serapan anggaran hingga saat ini menyisakan Rp2.000.000.

Program ketahanan pangan di Kampung Burni Telong dikelola melalui BUMDes, yang menjalankan usaha peternakan sapi dengan pola kerja sama bersama masyarakat.

Skema kerja sama yang diterapkan adalah:

Masyarakat menerima sapi dari BUMDes dengan perjanjian kontrak kerja sama. Desa memperoleh imbal hasil sebesar 9,09% dari nilai modal. Keuntungan bagi desa dipotong di awal saat penyaluran modal.

Saat panen (penjualan sapi), masyarakat hanya berkewajiban mengembalikan modal, sedangkan sisa keuntungan sepenuhnya menjadi hak masyarakat.

BUMDes menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan program ini masih diperlukan peningkatan kapasitas bagi pengurus, agar pengelolaan anggaran dapat dilakukan lebih profesional dan berkesinambungan.

Selain program ketahanan pangan, BUMDes juga mengelola unit usaha wisata kolam pemancingan yang terletak di Kampung Burni Telong. Unit usaha ini diharapkan terus dikembangkan sebagai sumber PAD Desa.

Dari hasil koordinasi menunjukkan bahwa perangkat desa masih membutuhkan peningkatan pemahaman terkait: Pola kerja pemerintahan desa, Pembagian tugas dan fungsi perangkat.

Untuk itu, kami selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bener Meriah memberikan rekomendasi agar Pemerintah Kampung:

1. Menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas perangkat desa, dan

2. Menyusun Qanun SOTK Kampung sesuai Permendagri Nomor 84 Tahun 2015 tentang SOTK Pemerintah Desa.

Penutup

Secara keseluruhan, pelaksanaan pembangunan di Kampung Burni Telong telah berjalan dengan baik, baik dari sisi administrasi maupun program desa. Namun demikian, beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, khususnya penguatan kapasitas perangkat desa, pembenahan sistem pelaporan, serta pembinaan berkelanjutan terhadap pengelolaan BUMDes.

21/10/2025

Rakor Kader Pembangunan Manusia se-Kecamatan Pintu Rime Gayo, Wujud Penguatan Peran KPM dalam Pencegahan Stunting


Pintu Rime Gayo, 21 Oktober 2025 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan memperkuat peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) di tingkat desa, Kecamatan Pintu Rime Gayo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) KPM se-Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Pintu Rime Gayo ini dihadiri oleh seluruh KPM dari desa-desa dalam wilayah kecamatan tersebut, serta menghadirkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bener Meriah sebagai narasumber utama.

Rakor yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini difokuskan pada peningkatan pemahaman KPM terhadap pelaksanaan konvergensi pencegahan stunting di desa. Melalui kegiatan ini, KPM diharapkan mampu mengoptimalkan peran sebagai ujung tombak pembangunan manusia yang memastikan terpenuhinya layanan dasar bagi masyarakat, terutama keluarga berisiko stunting.

Dalam arahannya, TAPM Kabupaten Bener Meriah menekankan pentingnya pelaporan kegiatan KPM melalui aplikasi e-HDW (Elektronik Human Development Worker) sebagai bagian dari sistem pelaporan dan pemantauan pembangunan manusia berbasis data. Selain itu, TAPM juga mengajak seluruh KPM untuk lebih aktif dalam mengidentifikasi masalah di lapangan serta berkoordinasi dengan perangkat desa dan lintas sektor dalam penanganannya.

Rakor ini juga menjadi ajang diskusi terbuka bagi para KPM untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama atas berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan di desa. Salah satu poin penting yang dibahas adalah penguatan tahapan pelaksanaan konvergensi pencegahan stunting, yang dimulai dari kegiatan Rembuk Stunting di Desa, perencanaan intervensi gizi spesifik dan sensitif, hingga pelaksanaan dan evaluasi kegiatan secara berkelanjutan.

KPM sebagai garda terdepan pembangunan manusia memiliki tugas penting dalam mendampingi masyarakat agar mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan, gizi, pendidikan anak usia dini, serta pemenuhan sanitasi dan air bersih. Melalui sinergi dan kerja sama lintas sektor di tingkat desa, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan aktif memberikan masukan. Di akhir acara, TAPM Kabupaten Bener Meriah mengapresiasi semangat para KPM dan mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kabupaten Bener Meriah. (Abh)

15/10/2025

Monitoring Pelaksanaan Pembangunan Desa

 











Koordinasi terkait dengan pelaksanaan pembangunan Desa dengan Peemerintah Desa Kampung Gegerung Kecamatan Wih Pesam, terkait dengan Pembangunan Gedung Serbagunan untuk pemanfaatan Sarana Olah Raga Desa dan kegiatan kemasyarakatan lainnya

MENUJU KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT

  Ketahanan Pangan Desa Cemparan Jaya: Pemanfaatan Dana Desa 2025 untuk Budidaya Cabe Libatkan Masyarakat Cemparan Jaya, Mesidah – Pemerin...