15/05/2026

TPP KABUPATEN BENER MERIAH,GELAR RAKOR KABUPATEN






Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Bener Meriah dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan koordinasi, konsolidasi, serta evaluasi terhadap perkembangan pelaksanaan kegiatan pendampingan di lapangan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh TPP Kabupaten Bener Meriah dan menjadi wadah untuk membahas berbagai isu strategis, perkembangan program, serta kendala yang dihadapi dalam proses pendampingan desa.






 Kegiatan diawali dengan arahan dan pembukaan oleh Koordinator Kabupaten (Korkab) Bapak Alpata yang menyampaikan pembahasan terkait PTO 191 mengenai honorarium dan operasional TPP. Dalam arahannya disampaikan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh pendamping, khususnya terkait pemenuhan administrasi, kedisiplinan pelaporan, serta mekanisme yang harus dipenuhi oleh seluruh TPP agar proses pencairan honorarium dan operasional dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja, tanggung jawab, dan profesionalisme TPP dalam melaksanakan tugas pendampingan di desa masing-masing.
Setelah arahan Korkab, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan dan diskusi oleh seluruh TAPM sesuai dengan PIC masing-masing. Pada sesi ini dibahas perkembangan pemanfaatan Dana Desa (DD) Tahun 2025, termasuk progres pelaksanaan kegiatan di desa, capaian program prioritas, serta kesiapan perencanaan kegiatan Tahun 2026. Dalam pembahasan tersebut juga disampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan, baik dari sisi administrasi, pelaksanaan kegiatan fisik maupun pemberdayaan masyarakat desa.






Selain itu, rakor juga membahas keaktifan media informasi dan publikasi kegiatan pendampingan desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan penyebarluasan informasi kegiatan kepada masyarakat. Seluruh TPP diharapkan dapat lebih aktif dalam menyampaikan informasi perkembangan kegiatan desa melalui media informasi yang tersedia sesuai ketentuan dan arahan program.

Pembahasan selanjutnya terkait peningkatan kapasitas TPP, dimana seluruh pendamping diharapkan terus meningkatkan kompetensi, pemahaman regulasi, serta kemampuan teknis dalam mendampingi desa agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal. Dalam kesempatan tersebut juga dibahas progres pemeringkatan BUMDes di masing-masing wilayah, termasuk perkembangan kelembagaan, pengelolaan usaha, serta kendala yang dihadapi dalam penguatan ekonomi desa melalui BUMDes.

Rakor juga menjadi sarana penyampaian berbagai permasalahan yang terjadi di desa, baik terkait tata kelola pemerintahan desa, pelaksanaan kegiatan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, maupun koordinasi lintas sektor. Seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kondisi dan kendala di wilayah dampingannya sehingga dapat dicarikan solusi bersama melalui koordinasi dan pembinaan secara berkelanjutan.







Selain itu, perkembangan kegiatan penanganan stunting di lapangan turut menjadi pembahasan penting dalam rakor ini. Dibahas mengenai progres pelaksanaan kegiatan konvergensi stunting di desa, dukungan pemerintah desa terhadap program penanganan stunting, serta peran aktif TPP dalam melakukan pendampingan, koordinasi, dan fasilitasi kegiatan yang berkaitan dengan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bener Meriah.

Melalui pelaksanaan Rakor TPP Kabupaten Bener Meriah ini diharapkan seluruh tenaga pendamping dapat meningkatkan sinergi, koordinasi, dan kualitas pendampingan di desa sehingga pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dapat berjalan lebih efektif, tertib administrasi, tepat sasaran, serta sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.
 
"SALAM PEMBERDAYAAN "

2 komentar:

  1. TPP Bener Meriah Hebat 👍👍👍

    BalasHapus
  2. TPP Bener Meriah, semakin semangat membangun Desa

    BalasHapus

MENUJU KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT

  Ketahanan Pangan Desa Cemparan Jaya: Pemanfaatan Dana Desa 2025 untuk Budidaya Cabe Libatkan Masyarakat Cemparan Jaya, Mesidah – Pemerin...