19/11/2025

kegiatan pelaporan

 


Bidang Sarpras bertanggung jawab untuk menilai kondisi dan perkembangan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh organisasi. Pada triwulan 2 dan 3, tim Sarpras fokus pada pemeliharaan dan peningkatan fasilitas yang ada, serta pengadaan sarana baru yang dibutuhkan. Melalui proses pemantauan lapangan, tim ini mengidentifikasi kekuatan dan kekurangan infrastruktur yang ada, serta mengusulkan langkah-langkah perbaikan dan pengelolaan yang lebih efisien.

Koordinasi yang baik antara tim Sarpras dan berbagai departemen terkait memungkinkan tercapainya hasil yang optimal dalam pengelolaan sarana dan prasarana. Laporan akhir tahun mencakup rekomendasi strategis mengenai pengembangan infrastruktur untuk mendukung operasional yang lebih efektif di masa mendatang.

Bidang Non-Sarpras berfokus pada berbagai kegiatan operasional yang tidak terkait langsung dengan infrastruktur fisik, seperti pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, dan proses operasional lainnya. Dalam triwulan 2 dan 3, tim Non-Sarpras bekerja keras untuk meningkatkan efektivitas program-program yang dijalankan, serta memperbaiki sistem pengelolaan keuangan dan SDM.

Melalui evaluasi program pelatihan, pengembangan SDM, serta pencapaian target operasional, tim Non-Sarpras berhasil merumuskan rekomendasi berbasis data yang akan memaksimalkan kinerja organisasi, baik di bidang administrasi, pengelolaan anggaran, maupun kegiatan operasional lainnya.

Bidang Info Media memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa komunikasi dan informasi organisasi dapat tersebar dengan jelas dan efektif kepada masyarakat luas. Pada triwulan 2 dan 3, tim Info Media fokus pada pengelolaan platform media sosial, penyebaran informasi publik, serta dokumentasi kegiatan yang relevan.

Evaluasi kinerja media sosial dan platform komunikasi lainnya menunjukkan pentingnya penyampaian informasi yang tepat waktu dan berbasis data. Laporan akhir tahun menyarankan peningkatan strategi komunikasi untuk menjangkau audiens yang lebih luas serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi.

Pada triwulan 2 dan 3, tim PED berhasil melaksanakan serangkaian pelatihan dan workshop yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Laporan mencakup analisis terhadap efektivitas program edukasi serta rekomendasi untuk pengembangan kurikulum dan materi pelatihan yang lebih relevan di masa depan.

Bidang Stunting berfokus pada upaya pengurangan stunting (gangguan pertumbuhan pada anak) melalui intervensi yang berbasis pada gizi dan kesehatan. Dalam triwulan 2 dan 3, tim Stunting berkolaborasi dengan berbagai sektor untuk meningkatkan akses terhadap makanan bergizi serta layanan kesehatan bagi anak-anak di wilayah-wilayah yang terdampak.

Laporan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, meskipun masih terdapat tantangan dalam hal penyuluhan dan distribusi bantuan. Rekomendasi yang dihasilkan mengarah pada perbaikan koordinasi antar sektor serta penguatan kampanye sosial untuk menurunkan angka stunting secara lebih efektif.

Bidang PPM bertanggung jawab untuk mengelola dan mengawasi berbagai proyek yang dijalankan oleh organisasi. Pada triwulan 2 dan 3, tim PPM fokus pada pencapaian target proyek yang telah ditetapkan, termasuk pengelolaan anggaran, sumber daya, dan timeline yang ketat.

Dengan pendekatan manajerial yang baik, tim PPM mampu menyelesaikan sebagian besar proyek tepat waktu dan sesuai anggaran. Evaluasi terhadap proyek-proyek yang telah dilaksanakan memberikan wawasan tentang proses perencanaan dan pengendalian proyek yang lebih baik. Laporan akhir tahun menyarankan adanya perbaikan dalam hal perencanaan jangka panjang dan penggunaan teknologi untuk memonitor kemajuan proyek secara real-time.

Seluruh tim TAPM bekerja dengan sinergi untuk mengumpulkan data, menganalisis hasil, dan menyusun rekomendasi yang akan digunakan untuk memperbaiki dan memperkuat setiap bidang kegiatan. Pertemuan rutin antar bidang memastikan bahwa informasi yang disampaikan akurat dan lengkap, serta memberikan gambaran yang menyeluruh tentang kinerja organisasi selama triwulan 2 dan 3.

Dengan kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi yang solid, laporan akhir tahun ini berhasil diselesaikan tepat waktu. Laporan ini tidak hanya mencerminkan pencapaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi alat yang sangat berguna untuk perencanaan strategis dan pengambilan keputusan yang lebih baik di tahun depan.





 Monitoring Pelaksanaan Pembangunan Desa di Kampung Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, terkait dengan pengelolaan Dana Desa Tahun 2025. Kunjungan ini dilaksanakan melalui pertemuan bersama seluruh perangkat desa untuk membahas progres pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran yang bersumber dari Dana Desa.

Monitoring awal difokuskan pada kelengkapan administrasi kampung, meliputi, Dokumen APBDes Tahun 2025, Laporan Realisasi Tahunan, Kelengkapan administrasi pendukung lainnya.

Secara umum, administrasi kampung telah disusun dengan baik dan tertata. Namun, perangkat desa—khususnya operator Siskeudes—menyampaikan keluhan terkait sering terjadinya gangguan server aplikasi, sehingga penyusunan laporan akhir tahun kerap terlambat.

Menanggapi hal tersebut, dijelaskan bahwa Dinas PMK Kabupaten Bener Meriah telah melakukan upaya perbaikan dengan menyediakan server khusus, sehingga diharapkan sistem tidak lagi mengalami gangguan. Dengan peningkatan ini, proses penyusunan laporan serta pengajuan pencairan Dana Desa selanjutnya dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis.

Monitoring juga dilakukan terhadap pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Desa, yang dialokasikan sebesar Rp132.000.000, dengan serapan anggaran hingga saat ini menyisakan Rp2.000.000.

Program ketahanan pangan di Kampung Burni Telong dikelola melalui BUMDes, yang menjalankan usaha peternakan sapi dengan pola kerja sama bersama masyarakat.

Skema kerja sama yang diterapkan adalah:

Masyarakat menerima sapi dari BUMDes dengan perjanjian kontrak kerja sama. Desa memperoleh imbal hasil sebesar 9,09% dari nilai modal. Keuntungan bagi desa dipotong di awal saat penyaluran modal.

Saat panen (penjualan sapi), masyarakat hanya berkewajiban mengembalikan modal, sedangkan sisa keuntungan sepenuhnya menjadi hak masyarakat.

BUMDes menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan program ini masih diperlukan peningkatan kapasitas bagi pengurus, agar pengelolaan anggaran dapat dilakukan lebih profesional dan berkesinambungan.

Selain program ketahanan pangan, BUMDes juga mengelola unit usaha wisata kolam pemancingan yang terletak di Kampung Burni Telong. Unit usaha ini diharapkan terus dikembangkan sebagai sumber PAD Desa.

Dari hasil koordinasi menunjukkan bahwa perangkat desa masih membutuhkan peningkatan pemahaman terkait: Pola kerja pemerintahan desa, Pembagian tugas dan fungsi perangkat.

Untuk itu, kami selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bener Meriah memberikan rekomendasi agar Pemerintah Kampung:

1. Menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas perangkat desa, dan

2. Menyusun Qanun SOTK Kampung sesuai Permendagri Nomor 84 Tahun 2015 tentang SOTK Pemerintah Desa.

Penutup

Secara keseluruhan, pelaksanaan pembangunan di Kampung Burni Telong telah berjalan dengan baik, baik dari sisi administrasi maupun program desa. Namun demikian, beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, khususnya penguatan kapasitas perangkat desa, pembenahan sistem pelaporan, serta pembinaan berkelanjutan terhadap pengelolaan BUMDes.

  Bidang Sarpras bertanggung jawab untuk menilai kondisi dan perkembangan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh organisasi. Pada triwulan ...